12 Mei, 2016

Hotel Mistis

Hari ini hari kedua saya ada di tempat pelatihan instruktur Kurikulum 2013 tingkat Kabupaten yang di adakan oleh LPMP Bali, tempatnya bagus bisa lihat matahari terbit dari kamar saya langsung. Selain itu saya juga bisa bertemu dengan teman teman baru, dan teman sekamar saya adalah Kepsek SMK Pertanian Badung yang lokasinya di Petang.

Oya beberapa jam pertama di Hotel ini, saya sudah mengalami kejadian unik, pertama di ceritain ada dua kamar yang tidak boleh dimasukin sembarangan dan kalau masuk harus permisi. Saya berpikir dimana mistisnya kan itu SOP kalau masuk kamar di hotel, jangan jangan yang cerita ini adalah orang yang upload video di FB dengan harapan dapat dukungan malah dapat bullyan.
Next kita masuk box penghubung antar lantai, pencet angka 5 karena kamar saya di lantai 5, 529 tepatnya, tiba tiba box itu berhenti dan pintunya terbuka, karena kami di dalam box focus cerita horor tapi gagal kami keluar terus tidak lihat petunjuk kamar, and than sadarlah kami kalau box itu berhenti dilantai 3 dan kami berada tepat didepan kamar yang unik itu dengan no 327 , tanpa ba bi bu teman saya lari sekenceng mungkin namun kaki saya terpaku kaku sekatos katosnya untuk beranjak, saya pun sadar saya harus permisi dulu kepada empunya kamar, dengan bahasa guru matematika yang sederhana saya mengucapkan terimakasih sudah menunjukan kamar unik itu meskipun baru sampai depannya saja. Akhirnya kaki saya normal seperti semula...amazing kan? Hotel ini bener bener ....ah sudahlah
Baca Selengkapnya...

10 Mei, 2016

Ujian Nasional Tak Sebangsa(t) Dulu

Tiada yang kekal selain perubahan, ~

UN a.k.a Ujian Negara alias Ujian Nasional sudah lama menjadi moment horor untuk para peserta didik. Sekian tahun sudah UN dilaksanakan kini Ujian Nasional (UN) mengalami beberapa perubahan yang sangat signifikan.

Kenapa dirubah?

powerrangger pun perlu berubah untuk bisa mengalahkan musuh mushnya - kata seorang kakek penjual cilok di depan sekolah, dan pemerintah pun mungkin punya pemikiran sama untuk perbaikan mutu pendidikan Indonesia. Menurut pemerintah UN diciptakan untuk membuang buang anggaran mendorong siswa agar senang belajar  berusaha menguasai teknik kerjasama kompetensi  yang diajarkan. Selain itu, UN juga diharapkan bisa memberi informasi yang mendetail dan menyeluruh tentang berapa banyak siswa yang menyontek capaian kompetensi siswa. Hasil akhirnya, UN bisa dipakai sebagai pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi (lantai dua, tiga empat, lima,...) , serta bisa dipakai sebagai acuan prestasi antar propinsi. Kenyataannya, dengan sistem UN yang lama, siswa dan guru di sekolah jadi lebih berfokus pada nilai saja, bukan pada kompetensi. Karena kurang piknik siswa jadi panik ketika UN dan muncullah  berbagai tindak kreatif kecurangan yang menjadikan nilai siswa tidak seimbang sehingga capaian siswa akhirnya menjadi kurang lengkap dan terkesan tidak berguna. Hal ini pun menyebabkan hasil UN tak bisa secara maksimal dipakai untuk alat seleksi perguruan tinggi.

 Apa saja yang berubah?



  • Dulu waktu saya SMA (2001-2007),  UN bernama kalau tidak salah UNAS ( Ujian Nasional Akhir Sekolah) dan dipakai menentukan kelulusan dengan batas nilai minimum serta dengan 5 paket soal yang berbeda, sekarang UN tidak lagi menentukan kelulusan. Kelulusan peserta didik, ditentukan sepenuhnya oleh sekolah. Hal-hal yang menjadi pertimbangan kelulusan adalah capaian seluruh mata pelajaran, keterampilan, sikap dan perilaku siswa selama di sekolah. 


  • Mulai tahun 2015 , UN bisa ditempuh beberapa kali. Jadi kalau nilai UN belum mencapai standar nilai kompetensi yaitu diatas 55 , peserta didik bisa memperbaikinya dalam ujian perbaikan. 
  • UN sekarang wajib diambil minimal satu kali, dengan sistem UN yang baru sekarang, pemerintah akan lebih meningkatkan mutu soal, agar lebih ada proses pembelajaran yang mendalam. Pemerintah konon akan menyertakan survey dan kuisioner untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan siswa. Ke depannya, boleh dong pemerintah punya angan angan untuk penggunaan CBT atau tes berbasis komputer saat UN diseluruh Indonesia meskipun banyak sekolah belum punya komputer dan listrik. Jadi nanti tidak ada lagi yang namanya contek contekan lagi kalau pakai CBT,  pengolahan hasil ujian juga bisa lebih efisien dan fleksibel. (selamat yang sudah UN CBT tahun ini, sekolah anda, saya yakin punya banyak komputer dan listrik serta internet)
  • Sertifikat hasil UN yang dikeluarkan oleh pemerintah, kini dilengkapi dengan tingkat capaian dan kompetensi, sehingga dari sertifikat itu capaian kompetensi siswa bisa lebih teridentifikasi dengan akurat.  Bila hasil yang diperoleh tidak memuaskan, UN bisa diulang melalui perbaikan pada bulan berikutnya (3 bulanan) atau  tahun depannya.  Harapannya, Surat Hasil Ujian Nasional (SHUN) yang dikeluarkan bisa lebih bermakna. 


  • UN kini dilakukan pada pertengahan semester akhir, bukan pada akhir semester akhir seperti dului. Dengan perubahan waktu pelaksanaan ini, peserta didik yang ingin mengulang hasil UN-nya bisa mengulangnya di tahun yang sama. 
  • dan kini UN juga mencerminkan indeks integritas sebuah sekolah, jujur atau tidak peserta didiknya, dan itu dianalisis dengan rumus rahasia tuan crab pemerintah.

GOODLUCK untuk para pejuang UN tahun ini, tahun depan dan tahun tahun berikutnya~
Baca Selengkapnya...