23 Juli, 2015

Sama Sama di Bakar Namun Beda Perlakuan

Belakangan ini media elektronik lagi buming banget dengan kata Tolikara, yang mungkin sebelumnya kagak ada yang tau nama dearah itu kecuali ya penduduk sana saja


kenapa bisa tiba tiba buming? apa karena pendidikan disana tidak merata? apa karena disana sudah dibangun akses kesehatan, pendidikan yang berstandart internasional? atau lumpur lapindo tiba tiba muncul disana?

Ya tentu bukan.

Tolikara tiba tiba terkenal karena telah terjadi pembakaran sebuah tempat ibadah, iya.. judulnya pembakaran rumah ibadah, coba judulnya sejumlah warga Gidi Tolikara yang sedang seminar terganggu oleh pengeras suara umat lain, pasti beritanya tidak heboh heboh banget.

Sampai semua petinggi negara dan keamanan turun kelokasi, media pun gencar menjelek jelekan daerah yang masih bisa dibilang pembangunannya tak adil itu.

seandainya Media dan Pemerintah bisa adil, kejadian seperti ini tidak akan segawat ini..

karena pembakaran rumah ibadah atau tempat ibadah tidak terjadi sekali ini saja, cuma yang jadi buming karena yang dibakar adalah tempat ibadah yang kebetulan pendudukannya mayoritas di negeri ini, 

coba yang mayoritas membakar tempat ibadah warga minoritas mana ada media , maupun petinggi keamanan negara berani ekspose berminggu minggu palingan 1 x 24 jam di segmen berita ringan hahah nasib kaum minoritas memang selalu sengsara..

pernah dengan atau masih ingat dengan kejadian di lampung pada tahun 2012 ada pembakaran Pura,, beritanya tersebar bukan dari media Tivi, radio maupun sosmed, tapi via kabar para korban yang mengabarkan ke kampung halamannya kalau mereka butuh bantuan untuk membangun kembali Pura yang telah di bakar oleh masyarakat beragama mayoritas di negara ini..

adakah yang ditangkap? adakah yang ditembak? sepertinya terlupakan...

ketika gereja di bakar...dan Klenteng di rusak media mana yang heboh menjadikan berita utama?? ayooo ancungkan tangannya  hahaha



inilah Endonesa.... kata seorang teman berkulit hitam dari  timur sana..yang merasa sudah tidak ada keadilan bagi masyarakatnya,,dia juga menyayangkan musibah yang terjadi ditanah kelahirannya, dia juga senang mungkin lewat kejadian ini Tuhan ingin memperkenalkan kalau Tolikara masih bagian Endonesa....




Baca Selengkapnya...

20 Juli, 2015

Beware - Ciri Ciri Wanita Gampang Serong

Ketika Bertemu Pasangan Seperti Ini...


1.Posesif = Wanita yang terlalu posesif juga berpotensi menyelingkuhi Anda. Kenapa? Karena tipe wanita semacam ini biasanya tidak menunjukkan sifat aslinya dan justru kemungkinan besar dia lah yang bermain di belakang Anda. Dia bersikap posesif hanya untuk menutupi kebohongannya. (biasanya sering nyuruh jangan nakal, tapi dia yang nakal hahaha)

2. Cepat Marah = Wanita yang emosional juga termasuk tipe pasangan yang harus Anda waspadai. Terkadang, seseorang sengaja bersikap emosional di depan pasangannya untuk menyembunyikan sifat aslinya atau kebohongannya. (yang begini sering gua temui)

3.Mudah Terbuai Rayuan = Wanita yang mudah termakan bujuk rayu biasanya lebih mudah mendua mentiga bahkan perempatang haha . Tipe wanita semacam ini sulit bertahan pada satu hati karena dia selalu haus rayuan (karena haus air sudah mainstrems). Dia juga mudah jatuh hati pada pria, khususnya pada pria yang pintar merayu.

4.Mudah Goyah (Labil) =Wanita labil lebih mudah untuk selingkuh karena dia belum yakin pada dirinya sendiri. Dia bahkan belum memiliki pandangan jelas tentang hidupnya, sehingga mudah untuk dibelokkan. Ini membuatnya gampang dibohongi atau dirayu oleh pria.

5.Suka Curhat ke Pria Lain = harus berhati-hati pada tipe wanita semacam ini. Kebiasaannya mengumbar cerita pribadinya kepada orang lain, terutama dengan pria, menjadi salah satu sinyal bahwa dia gampang berpaling pada pria lain. Dia bahkan membiarkan orang lain turut campur dalam kehidupan asmaranya.

Baca Selengkapnya...

15 Juli, 2015

Penjor Masa Kini

Penjor sebuah simbul kemakmuran, biasanya di pasang ketika ada odalan di pura namun akan sangat banyak penjor terpasang ketika hari raya Galungan. Penjor setiap daerah bentuknya beda beda, namum maknanya sama sebagai ucapan terimakasih kepada alam akan hasil bumi yang di berikan, makanya setiap penjor biasanya berisi hasil bumi, dari buah, biji bijian, daun, beras, hasil sawah dan hasil kebun.

Kini perkembangan penjor sangat spektakuler, dulu penjor akan dibuat sendiri oleh masing masing keluarga kini sudah ada yang jual tinggal pasang,
Dulu hiasan juga dibuat sendiri kini sudah tersedia yang tinggal bayar dan pasang.

Ibarat pepatah ada uang ada barang.

Dulu di desa saya penjor penjornya masih sederhana, namun kini makin modern, biasanya digantung hasil alam,  ini hasil pabrikan seperti minuman kaleng, ada pula yang berisi lampu biar meriah.

Ada pula penjor yang sederhana masih mengikuti kasanah penjor yaitu simbul kemakmuran alam, tidak begitu banyak hiasan namun penuh makna.

Ada pula penjor dengan hiasan wah, menurut si empunya biayanya sampai 1jutaan lebih, namun tidak berisi gantungan gantungan hasil alam seperti penjor sederhana yang ngabisin dana 5K untuk membeli kain putih kuning sebagai simbul timur dan barat yang saya artikan semoga rejeki alam melimpah tidak henti hentinya seperti matahari yang terbit dari timur dan terbenam di barat.

Penjor mu yang mana? Hehe

Dapat gambar penjor dari group WA BaliBlogger, sederhana tapi penuh makna :)

Baca Selengkapnya...

Galungan Tanpa Anjing ~ #SaveKulukBali

Hari ini mulai sembahyang jam 12.30am,  maklum banyak pura yang mesti kami datangi untuk sembahyang. Sembhyang subuh subuh iti merupakan budaya  setiap hari raya Galungan di desa kami.

Namun ada yang tak biasa dengan Galungan kali ini,  lebih sepi, sunyi senyap dari Galungan sebelumnya.

Saya biasanya terbangunkan oleh gonggongan anjing di sebelah rumah, artinya sudah ada yang mulai sembahyang berkeliling di pura pura dekat rumah masing masing.

Kini anjing anjing itu sudah habis tereliminasi, pura jadi sepi yang biasanya ada saja anjing penjaganya, karena tak ada anjing lagi,  mungkin pencuri pratima akan semakin mudah menjalankan aksinya.

Anjing Bali kini kian habis, katanya populasinya bertambah, takutnya kalau tidak di eleminasi akan ada terjangkit rabies...jadi belum rabies sudah di eleminasi.
Buat apa men diciptakan vaksin rabies kalau toh anjingnya di bunuh?

Saya berpikir sambil menunggu ibu menyiapkan alat persembahyangan di Pura Puseh, dimana Dewa Wisnu berstana, Dewa pemelihara semua mahluk,  mungkin Tuhan memberikan cobaan bagi orang orang di Bali dengan lewat virus rabies, akan kah ada yang mau memelihara  dan  menyelamatkan anjing Bali? Akankah ada manusia yang akan lebih mengutamakan memelihara anjing "kacang" asli Bali ketimang membanggakan anjing ras impor itu, karena kini anjing kacang itu cuma jadi anjing kelas rendahan. Saking rendahnya mereka terlantar tak ada yang mau memberikan vaksin, jangankan vaksin mengadopsi saja mereka tak mau, alasannya dirumahnya sudah ada banyak anjing, iya jelas anjing ras impor. Coba saja ada anjing ras impor yang terlantar kemudian  tersebar infonya via media sosial, wuiih bukan main yang mau mengadopsi meskipun dari photonya dirumahnya sudah banyak punya anjing ras impor.

Tuhan mau menguji kita, bagaimana cara kita menanggulangi penyakit ini, bagaimana kita sebagai orang Bali berperilaku adil terhadap mahluk ciptaanya, bukan hanya memaksin anjing ras impor namun semestinya menjaga kesehatan dan  kelestarian mahluk yang berjulukan "kuluk kacang" ini.

Tuhan pun dengan senang hati membantu manusia yang masih mau memelihara mahluk setia ini, iya lewat vaksin rabies, tentu tanpa doa restuNya tak mungkin vaksin ini bisa tercipta, vaksin yang konon dilangka-langkakan oleh oknum yang tak suka akan anjing, dan parahnya ada oknum jahanam yang lebih memilih menggelontorkan dana besar hanya untuk membunuh hewan ini. Bukan untuk di vaksin dan disterilkan untuk mejaga pertumbuhan populasi liarnya melainkan di bunuh.

Entahlah nanti bagaimana nasib anjing asli Bali, apakah si kuluk kintamani harus kehilang saudara nya yaitu si kuluk kacang, atau mungkin akan tergantikan oleh anjing anjing ras luar negeri, sehingga jika dibutuhkah untuk upakara banten, anjing belang bungkem asli Bali mungkin akan digantikan anjing ras impor dari luar negeri.

#SaveKulukBali
#saveKulukKacang

Baca Selengkapnya...

14 Juli, 2015

Sama sama mudik tapi beda perlakuan~


Minggu ini merupakan minggu spesial karena akan ada 2 perayaan hari raya besar dua kepercayaan atau Agama yang berbeda, Hari Raya Galungan untuk yang beragama Hindu dan Hari Raya Idul Fitri untuk yang beragama Muslim.
Siapa yang tak ingin merayakan hari raya bersama keluarga apalagi yang diperantuan sana, termasuk yang sudah menjadi alm pun ingin kembali kebumi melihat keluarganya senang gembira menyambut hari raya, iya timbulah budaya mudik, budaya yang mungkin hanya ada di Indonesia.
Disinilah akan terjadi sebuah kejadian yang unik, kota kota yang biasanya sesak akan yang namanya manusia tiba tiba menjadi sepi, bahkan kadang kota yang aman damai tiba tiba banyak terjadi pencurian, begal dan perampokan. Kata polisi sebelah rumah, kalau menjelang akan mudik, kasus kejahatan sekelas rampok, begal dan perampok akan meningkat oleh karena itu hati hatilah dengan barang berharga dan jangan terlalu pamer, tambah pak polisi yang ingin menikah lagi tapi tak dapt izin dari istrinya.
iya ya pak, di desa saya sampai ronda bahkan saya harus bangun pagi pagi untuk nganter istri saya ke pasar, akibat sering terjadi begal belakangan ini, kemarin kalung mas istri saya di tarik, syukur istri saya mantan atlet judo, dibantinglah itu begal sampai kejang kejang, begalnya kurus wong saya dibanting saja bisa sampai pinsan makanya saya takut ama istri saya, tambah pak Made sebelah rumah
Lah piye to mas Made pelakunya diserahin ke polisi? Tanya Mbak Yanti, pedagang janur dari Selatpasih
Boro boro polisi datang, kerjanya cuma jagain pos mudik, kalau kepasar palingan beli kopi, itu begal di kroyook ramai ramai ama ibu ibu pedagang langganan istri saya, katanya begal itu cari modal buat rayain hari rayanya, dikampung. Padahal bulan baik untuk beribadah eh malah lakuin hal yang tidak tidak.Sahut Pak Made
*tibatiba polisi sebelah rumah pergi tanpa sepatah kata pun
Kemana pak polisi kok pergi? Kopinya belum dibayar, teriak Buk Nyoman penjual kopi sebelah rumah.
Eh iya lupa, habisnya pos mudiknya kosong buk, *sambilngasiuang5ribuan
Makasi pak, kok pos mudiknya dijagain? Emang yang lewat pos mudik pejahat ya pak? Tanya buk Nyoman
Yaa elah itu lo buk Man saya yang mudik ke Selatpasih, nanti seminggu lagi balik ngajak kerabat lagi lebih banyak ke Bali, wong di Bali orangnya ramah ramah, suka jual tanah lagi, kami jual pisang untuk beli tanah di Bali,  orang Bali jual tanah beli pisang , kami mudik pun enak di kasi bus gratis  oleh pemerintah hampir di seluruh kabupaten di Bali kasi kami Bus Gratis buk Nyoman, kurang enak apalagi di Bali.  Sahut mbak Ima adik mbak Yanti sambil rapiin pisang dagangannya.
Pak Polisi yang mau pergi tiba tiba nimbrung lagi, mungkin karena lihat kemolekan mbak Ima yang jualan pisang pakai pakaian ketat atas bawah, namun tetap soleha karena memakai penutup kepala.
Iyaa ibu Ima dan ibu Yanti enak mudik gratis, soudara saya juga mudik Galungan ini dari Bali ke Nusa Penida, mana ada tuh pemerintah yang ngasi kapal laut gratis, ya boat gratislah kayak pemerintah berikan ke ibu Ima dan Yanti. Makanya saya heran dengan pemerintah jaman sekarang yang mayoritas saja di layani kami yang minoritas seakan akan tak ada gunanya, bukannya saya iri tapi adil dong melayani masyarakat, jangan cari pencitraan biar kesannya dia bupati yang bertoleransi dengan agama lain. Itu juga sodari kami pas hari raya Nyepi banyak yang mudik juga dari Selatpasih mana ada pemerintah ngasi transportasi gratis. oya  nanti pas mudik gak usah kembali lagi kesini, Bali sudah sesak, coba nanti pas semua mudik, Bali lebih lenggang dan tak macet. Sahut bung Nyoman sambil agak kesal
Iya buk Man saya ngerti, wong saya cuma rakyat kecil coba saya jadi Bupati wanita di Selatpasih, saya akan kasi bus gratis bagi sodara sodara di Bali yang mau mudik ke Bali, biar gak kalah sama bupati wanita di Bali, bahkan kalau mau saya akan kasi kapal Ferry gratis untuk nyebrang ke Nusa Penida, tapi suruh bupati ibu Man di Klungkung biar dermaga barunya cepat selesai. Sahut mbak Yanti
Jambret jambrett jambreeeetttttt...... tiba tiba terdengar terikan dari sebelah rumah.
Istri pak Made lari membawa spatula kearah sebelah rumah, Pak Made juga ikut, pak polisi juga Mbak Ima juga ikut...ngejar sang penjambret
Hanya buk Nyoman dan mbak Yanti menjaga dagangnnya.
Pak Polisi berlari tak konsentrasi karena dia berlari dibelakang mbak Ima yang bercelana ketat dengan siluet daleman kelihatan tak sadar Mbak Ima ke tabrak, ambrukblah mereka berdua sembari berpelukan dengan di iringi backsound lagu india *bayangkansendiri
Tinggal Pak Made dan Istrinya yang bertahan mengejar Jambret itu, sampailah di ujung gang sebelah rumah akhirnya jambret itu ketangkap namun sebelumnya dibanting 3 x oleh istri Pak Made.
Digiringlah si penjambret ke sebelah rumah, pak polisi dan mbak Ima yang sudah bangkit dari tabrakan ikut bersama Pak Made dan istrinya menggiring si penjambret.
Betapa terkejutnya Mbak Yanti melihat pelaku penjambretan.
Sambil melompati dagangnnya, namun sebelumnya rok nya agak dinaikan, mungkin biar mudah melompat.
Mas Pulgoso, kenapa kamu mas? Kok babak belur gini? Tanya Mbak Yanti.
Apaa kamu kenal dia? Kampret orang ini mencuri baju londreanku, teriak istri Pak Made
Pak Polisi biar terlihat gagah dia menarik si penjambret yang bernama Pulgoso dari pelukan Mbak Yanti kemudian memborgolnya. Kebetulan dia bawa borgol biasanya sih bawa surat tilang saja
Sambil terbata bata mbak Yanti menjawab, dia suami saya, kami berpisah sudah lama karena dia bilang kerja di Bali jadi kuli bangunan sambil menjaga rumah ibadah, nyatanya mas jadi penjahat, mas bukan hanya membegal hati aku namun tega mebegal pakaian loundry istri Pak Made, yang nota bene suaminya sering ngasi aku dan Ima uang jajan karena aku jualan jajan selain jualan pisang.tega kamu mas...kita cerai... teriak mbak Yanti sambil berlari ke dagangannya kemudian lari ke Bus Mudik gratis sambil membawa seplastik uang hasil dagangannya.
Pak Made pun tiba tiba hilang, karena kebaikannya ngasi uang jajan ke mbak Ima dan mbak Yanti di ketahui Istri Pak Made, istri Pak Made pun marah besar dan mengobrak abrik dagangan mbak Yanti.
Pak polisi cuma diam sambil berbisik kepada mbak Ima, kamu mau jadi istri mudaku? Nanti aku bantu kamu agar selamat dari istri Pak Made itu,
Mbak Yanti pun setuju, dan akhirnya mereka berciuman di sebelah rumahku
Lah penjahatnya gimana? ... penjahatnya, aku intrograsi dia nyuri pakain loundry karena baunya harum seperti baru, dan ingin memberikan hadiah ke istrinya yang dikampung dan sudah lama dia tinggalkan, mumpung ada bus mudik gratis si Pulgoso memutuskan untuk mudik, namun malang perbuat jahatnya harus dibayar dengan merayakan hari raya di rumah pesakitan.
Namun sebelumnya si Pulgoso bilang, jaen idup di bali yen suud ngadol tanah..maling aluh, mudik pun gratis...kasian yang dari Bali mau mudik ke Nusa Penida atau dari Selatpasih mau ke Bali .boro boro ada yang ngasi bus atau kapal gratis, libur pun tep kerja jagain hotel, hotel yang dibangung diatas tanah miliknya yang sudah dijual ke investor hahaa.....
Dari cerita diatas...pertanyaannya adalah? Siapa Aku dan dimana aku tinggal, siapa kah nama istri Pak Made? Kalau ada yang bisa jawab...hadiahnya adalah bisa les matematika setahun tanpa gratis!...

Selamat merayakan hari raya Galungan, Idul Fitri dan Kuningan, rayakan dengan hikmat dan bijaksana...hati hati di jalan bagi yang mudik syukuri yang dapat bus gratis, jangan sedih pula yang mudiknya tak gratis atapun tak di perhatikan oleh pemerintah, karena sesungguhnya Tuhan senantiasa melindungi perjalanmu  menuju rumah dan keluargamu, oya kalau bekerja di tanah orang alias kamu sebagai pendatang hormatilah tuan rumah, jangan berbuat kejahatan disana setidaknya kamu jagalah lingkunngan tempatmu mengais rejeki.
Rahayu rahayu rahayu....



Maaf apabila ada kesamaan nama, lokasi serta profesi karena tulisan ini dibuat dalam keadaan sangat kenyang, mata ngantuk dan tangan masih berbau bumbu masakan. Hal ini benar benar tidak disengaja, demi Tuhan...*hentakkankakikanantigakali
Baca Selengkapnya...