Ketika Guru Matematika Belajar Sejarah

Sejarah, sebuah kata yang tak asing di telinga setiap orang, namun banyak manusia banyak yang acuh tentang sejarah.
namun di balik itu semua saya sendiri baru tahu, ternyata dokumentasi sejarah dibuat oleh pemenang dengan tujuan tertentu dan dengan sudut pandang tertentu yang tentu mengutungkan si pedokumenter.
sehingga generasi beriktunya yang membaca atau belajar akan terdokrin satu sudut pandang sesuai sudut pandang si pendokumenter.

bahaya? tentu bahaya ketika ternyata sejarah yang terwariskan tidak sesuai dengan fakta fakta yang terjadi
misalnya, pembantaian sebuah suku di bagaian barat Indonesia, si pembantai mendokumentasikan kejadian itu dan menyebar luaskan lewat cerita cerita ke anak cucunya, dari sudut pandang si pembantai sehingga si pembantai akan menceritkan yang baik baik saja, misalnya suku yang di bantai itu adalah penganut aliran sesat dan lain sebagainya yang tentu jika tidak dibantai akan merugikan pisak si pembantai.

ternyata ketika  ada  salah satu korban pembantaian yang selamat  mempunyai sudut pandang lain yang mengungkan kenapa mereka di bantai, buka soal ilmu sesat namun soal perbutan lahan pertanian yang ingin dikuasai oleh si pembantai,,

dari ilustrasi itu aku sadar, banyak sejarah yang aku pelajari selalu menjelekkan salah satu pihak dan selalu membaguskan pihak pemenang,,,
so make you story with good fact

efeknya,,sangat besar,, sampai ada generasi pembantai akan selalu percaya, setiap melihat keturunan yang di bantai akan selalu berpikir, kalau mereka itu adalah orang jahat tanpa berpikir kalau nenek moyangnya adalah penjahat sesungguhnya...parahnya ketika keturunan korban dapat cerita sejarah dari sudut pandang si pembantai, maka dia akan benci dengan nenek moyangnya.


saya jadi ragu dengan pelajaran sejarah yang saya pelajari ketika SD,,, ketika mereka datang dengan berdagang sambil menyebarkan pelajaran agama,,,namun kini mereka menyebarkan kebencian dengan membinasan agama minoritas,,,'
apakah benar mereka datang dengan damai, seperti buku sejarah ajarkan? atau memang dari dulu mereka datang memang dengan cara berperang?
entahlah...cuma Tuhan yang tahu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Festival Film Pendek Polri

Nyepi dan Secuil Kotorannya yang Perlu di Bersihkan #EarthHour #SaveBALI #SaveWorld

Serombotan Makanan Khas Klungkung