Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Aku yang Sedang (selalu) Ingin Belajar

Gambar
Ini pagi yang kesekian aku berangkat cukup pagi kesekolah, pertama karena para anak orang lain itu (baca : siswa)  sedang US alias ujian sekolah, kedua iya saya ketua panitia US itu, jadi wajib hukumnya hadir pertama (meskipun gerbang sekolah masih tutup), ketiga ayam ayam saya sudah bangun (hubungannya apa coba?) , terakhir karena ingin mencoba mempraktekkan teori video maker yang aku dapat di kelas dadakan, kilat dan bermanfaat dari sloka.or.id bersama salah seorang video maker  yang sedang menggarap Ekspedisi Indonesia Biru yaitu Dandhy Dwi Laksono (suksma mas)
Sampai di Sekolah , syukurnya mentari masih malu malu, jadi cukuplah saya punya waktu mempersiapkan amunisi saya untuk mengabadikan moment ini, ini pertama kalinya saya belajar membuat timelapse, sebuah video yang dulu (sampai sekarang) saya kagumi , bagaimana tidak kagum, sebuah proses mekarnya bunga bisa kita saksikan hanya dalam beberapa detik. Bayangkan kalau tidak ada teknologi ini, mungkin untuk tugas pelajaran Biologi…

Tradisi “Kuno” untuk Alam yang Lebih Baik

Sekali setiap 420hari Aku melaksanakan sebuah tradisi yang sudah ada sebelum Negara Indonesia tercipta, sebuah tradisi yang sudah ada sebelum zaman kerajaandi Bali ada (didapat dari berbagai sumber) dan kini sudah diakui serta dihormati oleh Dunia, yaitu Nyepi, Tradisi untuk menyambut Tahun Baru Caka yang silih berganti dan memberikan kesempatan alam untuk bernafas bebas dari aktivitas manusia.
Sejarah bagaimana terciptanya tradisi Nyepi mungkin sudah bisa di searching di Google, dan bagi yang tertarik bisa dilengkapi dengan mencari cari “babad-babad” atau lontar-lontar di museum. Ini adalah kesian kalinya aku melaksanakan Tradisi ini, dan kesekian kalinya juga tradisiku dihina oleh mereka yang bukan orang Bali. Aku tidak marah dengan mereka, karena Agama ku mengajarkan cara marah yang berkwalitas, yaitu kasih sayang dan introfeksi diri.
Ketika ada yang menghina Aku, Aku berusaha tersenyum, iya cukup dulu dengan senyum karena langkah selanjutnya akan lebih sulit, yuitu bercermin. Bercer…