10 Desember, 2015

Kesepakatan

Terlihat santai tidak berarti tidak sedang sibuk, gayaku memang selalu santai, muridku juga sering bilang begitu "bapak guru paling satai, tapi jarang ada waktu buat melali dengan kami" keluh mereka karena sering gagal jalan jalan bersama saya.

Belakangan ini cukup sibuk bagi saya, akhir tahun dan akhir bulan serta akhir semester membuat banyak jadwal keteteran.
Banyak kesepakatan jadi berubah, tentu membuat kecewa beberapa pihak termasuk saya sering di kecewakan oleh pihak pihak yang merubah kesepakatan.

Kata sepakat mungkin bisa diartikan sebagai setuju akan suatu hal yang dilakukan oleh lebih dari satu orang atau kelompok orang.

Sesuatu hal yang telah disetujui harus dilaksanakan seperti apa yang disetujui dan jika ada perubahan tentu harus di komunikasikan dengan pihak lain yang diajak bersepakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Baca Selengkapnya...

07 Oktober, 2015

Ketika Guru Matematika Belajar Sejarah

Sejarah, sebuah kata yang tak asing di telinga setiap orang, namun banyak manusia banyak yang acuh tentang sejarah.
namun di balik itu semua saya sendiri baru tahu, ternyata dokumentasi sejarah dibuat oleh pemenang dengan tujuan tertentu dan dengan sudut pandang tertentu yang tentu mengutungkan si pedokumenter.
sehingga generasi beriktunya yang membaca atau belajar akan terdokrin satu sudut pandang sesuai sudut pandang si pendokumenter.

bahaya? tentu bahaya ketika ternyata sejarah yang terwariskan tidak sesuai dengan fakta fakta yang terjadi
misalnya, pembantaian sebuah suku di bagaian barat Indonesia, si pembantai mendokumentasikan kejadian itu dan menyebar luaskan lewat cerita cerita ke anak cucunya, dari sudut pandang si pembantai sehingga si pembantai akan menceritkan yang baik baik saja, misalnya suku yang di bantai itu adalah penganut aliran sesat dan lain sebagainya yang tentu jika tidak dibantai akan merugikan pisak si pembantai.

ternyata ketika  ada  salah satu korban pembantaian yang selamat  mempunyai sudut pandang lain yang mengungkan kenapa mereka di bantai, buka soal ilmu sesat namun soal perbutan lahan pertanian yang ingin dikuasai oleh si pembantai,,

dari ilustrasi itu aku sadar, banyak sejarah yang aku pelajari selalu menjelekkan salah satu pihak dan selalu membaguskan pihak pemenang,,,
so make you story with good fact

efeknya,,sangat besar,, sampai ada generasi pembantai akan selalu percaya, setiap melihat keturunan yang di bantai akan selalu berpikir, kalau mereka itu adalah orang jahat tanpa berpikir kalau nenek moyangnya adalah penjahat sesungguhnya...parahnya ketika keturunan korban dapat cerita sejarah dari sudut pandang si pembantai, maka dia akan benci dengan nenek moyangnya.


saya jadi ragu dengan pelajaran sejarah yang saya pelajari ketika SD,,, ketika mereka datang dengan berdagang sambil menyebarkan pelajaran agama,,,namun kini mereka menyebarkan kebencian dengan membinasan agama minoritas,,,'
apakah benar mereka datang dengan damai, seperti buku sejarah ajarkan? atau memang dari dulu mereka datang memang dengan cara berperang?
entahlah...cuma Tuhan yang tahu...

Baca Selengkapnya...

15 September, 2015

Bahagia Guru Itu Sederhana


“Coba dari dulu guru matematikanya kayak bapak, saya kan gak takut dengan matematika”
Celetuk seorang anak SMA jurusan IPS kepada saya, ketika setelah menjelaskan beberapa materi di depan kelas. Saya Cuma tersenyum meskipun dalam hati senangnya bukan main. Jadi bahagianya guru itu sederhana, bukan gaji besar atau bisa upload mobil hasil keringat sendiri, karena itu cuma bonus saja.
Tentu kepuasan tersendiri diperoleh ketika ada siswa yang dari takut menjadi tidak takut untuk belajar dan bahkan malah senang untuk belajar sebuah mata pelajaran yang mungking dibenci dan ditakuti oleh mayoritas anak bangku sekolahan.
Salah besar ketika kita selalu berpikir matematika itu mata pelajaran yang sulit dan ditakuti, karena menurut saya kalau anda sudah bisa berbelanja dengan benar ya berarti anda sudah pintar matematika, apalagi sudah bisa memperhitungkan besar potongan yang akan diperoleh ketika ada promo diskon.
Kenapa pintar matematika itu sangat sederhana?  Iya, saya jawab memang sederhana, kenapa sederhana?  karena pintar itu tak selalu harus bisa semua hal  dan bernilai sempurna kan?  Pintar matematika iya cukup bisa menerapkan apa yang dipelajari disekolah dan diterapkan dikehidupan sehari hari, itu baru namanya pintar persi saya.
Terus bagi anda dengan nilai 100 di rapot bisa dianggap pintar? Ya tentu belum menjamin nilai 100 di rapot bisa menjadikan anak itu pintar, itu kan cuma angka bisa ditulis kan? Kita lihat dulu siswa yang dapt 100 itu ketika bermasyarakat bisa gak bersosialisasi? Atau bisa gak membantu memecahkan masalah yang berhubungan dengan matematika  di masyarakat? Kalau bisa, oke saya akui dia pintar ;)
Ketika memberikan Ulangan kenapa anda tak pernah diam di dalam kelas dan bahkan diam di luar kelas? Anda tidak takut mereka menyontek atau kerjasama?
Hahaha… saya sebagai guru selalu menanamkan sikap positif kepada anak didik saya, kenapa saya harus ragu meninggalkan mereka ketika ulangan? Apakah dengan di awasi menjamin mereka tidak menyontek? Belum tentu bukan? Mereka Cuma sekedar ulangan bukan je penjahat sekelas koruptor dan teroris yang harus di awasi.
Untuk mensinergikan ucapan dan perbuatan, saya membuat kesepakatan dulu dengan para siswa, mau ulangan seperti bagaimana, tawaran yang paling menyenangkan bagi siswa adalah ketika saya tawarkan open book, alias boleh lihat catatan selama ulangan asal tak boleh menyontek ke temen, kalau menyontek  ke temen nilai nya nol.
Sepakat? Iya mereka sepakat, karena mareka tidak tahu bagaimana saya mercancang soal ulangan, 30 anak, saya buat  30 soal berbeda dengan tingkat kesukaran yang sama dan tentu tidak keluar dari Standar kompetensi yang harus dicapai anak. Caranya? Gampang….dan tentu tidak perlu saya jelaskan disini.
Dengan cara begitu, saya bisa meninggalkan mereka ketika ulangan, karena menyontek pun mareka akan sulit karena soal berbeda, apalagi dengan saya perbolehkan open book.
Ulangan kok open book? Bukannya itu tidak sama dengan nyontek? Atau bahkan anak anak tak akan belajar ketika mau ulangan?
Itu bukan serta merta menyontek,  itu kan belajar kembali..Cuma berbarengan dengan ulangan kan gak mesti belajar pas mau ulangan saja? Haha
pinter kan saya ngeles? Hahaha
Itu cuma strategi saya untuk mengalihkan perhatian siswa dari menyontek ke temen, kalau siswa cerdik, bukan hanya sekedar  pintar, pastilah anak itu akan berpikir “ini ulangan open book, kalau kalau saya tak belajar sebelum ulangan, saya tak akan tahu dimana posisi materi di buku catatan, jadi saya harus belajar agar besok lebih gampang mencari materinya ketika open book”  atau “ wah minggu depan open book, Cuma ngabisin waktu ulangan saja, oke saya belajar saja, pas ulangan biar santai” kurang lebih siswa akan berpikir seperti itu.
Jadi meskipun open book bukan berarti siswa akan malas belajar kan? Malah dia akan lebih senang belajar untuk mempersiapkan ulangan. Secara tidak langsung ketika ulangan, siswa akan lebih rileks menghadapi soal soal ulangan karena di otaknya sudah ter mindshet mereka punya bantuan yaitu open book, tapi karena sebelumnya sudah hapal posisi dan materi jadi ya tanpa open book seharusnya mereka bisa jawab. Namun namanya juga manusia ada ada anugrah lupa, jadi ketika lupa yang mereka open book. Jadi open book itu kan alat bantu, sama halnya alat tulis, tanpa alat tulis kan mereka tak bisa menulis jawabannya kan?
Oya, semua yang saya terapkan di kelas IPS dan IPB ini belum tentu berhasil diterapkan dikelas lain,,jadi sebelum menerapkan apa yang saya terapkan pelajari dulu karakter siswa anda ;)

“Guru, ada ketika anda membutuhkannya, namun anda tak menginginkannya, dan guru akan pergi ketika anda tak lagi membutuhkannya namun anda menginginkannya”

Baca Selengkapnya...

23 Juli, 2015

Sama Sama di Bakar Namun Beda Perlakuan

Belakangan ini media elektronik lagi buming banget dengan kata Tolikara, yang mungkin sebelumnya kagak ada yang tau nama dearah itu kecuali ya penduduk sana saja


kenapa bisa tiba tiba buming? apa karena pendidikan disana tidak merata? apa karena disana sudah dibangun akses kesehatan, pendidikan yang berstandart internasional? atau lumpur lapindo tiba tiba muncul disana?

Ya tentu bukan.

Tolikara tiba tiba terkenal karena telah terjadi pembakaran sebuah tempat ibadah, iya.. judulnya pembakaran rumah ibadah, coba judulnya sejumlah warga Gidi Tolikara yang sedang seminar terganggu oleh pengeras suara umat lain, pasti beritanya tidak heboh heboh banget.

Sampai semua petinggi negara dan keamanan turun kelokasi, media pun gencar menjelek jelekan daerah yang masih bisa dibilang pembangunannya tak adil itu.

seandainya Media dan Pemerintah bisa adil, kejadian seperti ini tidak akan segawat ini..

karena pembakaran rumah ibadah atau tempat ibadah tidak terjadi sekali ini saja, cuma yang jadi buming karena yang dibakar adalah tempat ibadah yang kebetulan pendudukannya mayoritas di negeri ini, 

coba yang mayoritas membakar tempat ibadah warga minoritas mana ada media , maupun petinggi keamanan negara berani ekspose berminggu minggu palingan 1 x 24 jam di segmen berita ringan hahah nasib kaum minoritas memang selalu sengsara..

pernah dengan atau masih ingat dengan kejadian di lampung pada tahun 2012 ada pembakaran Pura,, beritanya tersebar bukan dari media Tivi, radio maupun sosmed, tapi via kabar para korban yang mengabarkan ke kampung halamannya kalau mereka butuh bantuan untuk membangun kembali Pura yang telah di bakar oleh masyarakat beragama mayoritas di negara ini..

adakah yang ditangkap? adakah yang ditembak? sepertinya terlupakan...

ketika gereja di bakar...dan Klenteng di rusak media mana yang heboh menjadikan berita utama?? ayooo ancungkan tangannya  hahaha



inilah Endonesa.... kata seorang teman berkulit hitam dari  timur sana..yang merasa sudah tidak ada keadilan bagi masyarakatnya,,dia juga menyayangkan musibah yang terjadi ditanah kelahirannya, dia juga senang mungkin lewat kejadian ini Tuhan ingin memperkenalkan kalau Tolikara masih bagian Endonesa....




Baca Selengkapnya...

20 Juli, 2015

Beware - Ciri Ciri Wanita Gampang Serong

Ketika Bertemu Pasangan Seperti Ini...


1.Posesif = Wanita yang terlalu posesif juga berpotensi menyelingkuhi Anda. Kenapa? Karena tipe wanita semacam ini biasanya tidak menunjukkan sifat aslinya dan justru kemungkinan besar dia lah yang bermain di belakang Anda. Dia bersikap posesif hanya untuk menutupi kebohongannya. (biasanya sering nyuruh jangan nakal, tapi dia yang nakal hahaha)

2. Cepat Marah = Wanita yang emosional juga termasuk tipe pasangan yang harus Anda waspadai. Terkadang, seseorang sengaja bersikap emosional di depan pasangannya untuk menyembunyikan sifat aslinya atau kebohongannya. (yang begini sering gua temui)

3.Mudah Terbuai Rayuan = Wanita yang mudah termakan bujuk rayu biasanya lebih mudah mendua mentiga bahkan perempatang haha . Tipe wanita semacam ini sulit bertahan pada satu hati karena dia selalu haus rayuan (karena haus air sudah mainstrems). Dia juga mudah jatuh hati pada pria, khususnya pada pria yang pintar merayu.

4.Mudah Goyah (Labil) =Wanita labil lebih mudah untuk selingkuh karena dia belum yakin pada dirinya sendiri. Dia bahkan belum memiliki pandangan jelas tentang hidupnya, sehingga mudah untuk dibelokkan. Ini membuatnya gampang dibohongi atau dirayu oleh pria.

5.Suka Curhat ke Pria Lain = harus berhati-hati pada tipe wanita semacam ini. Kebiasaannya mengumbar cerita pribadinya kepada orang lain, terutama dengan pria, menjadi salah satu sinyal bahwa dia gampang berpaling pada pria lain. Dia bahkan membiarkan orang lain turut campur dalam kehidupan asmaranya.

Baca Selengkapnya...

15 Juli, 2015

Penjor Masa Kini

Penjor sebuah simbul kemakmuran, biasanya di pasang ketika ada odalan di pura namun akan sangat banyak penjor terpasang ketika hari raya Galungan. Penjor setiap daerah bentuknya beda beda, namum maknanya sama sebagai ucapan terimakasih kepada alam akan hasil bumi yang di berikan, makanya setiap penjor biasanya berisi hasil bumi, dari buah, biji bijian, daun, beras, hasil sawah dan hasil kebun.

Kini perkembangan penjor sangat spektakuler, dulu penjor akan dibuat sendiri oleh masing masing keluarga kini sudah ada yang jual tinggal pasang,
Dulu hiasan juga dibuat sendiri kini sudah tersedia yang tinggal bayar dan pasang.

Ibarat pepatah ada uang ada barang.

Dulu di desa saya penjor penjornya masih sederhana, namun kini makin modern, biasanya digantung hasil alam,  ini hasil pabrikan seperti minuman kaleng, ada pula yang berisi lampu biar meriah.

Ada pula penjor yang sederhana masih mengikuti kasanah penjor yaitu simbul kemakmuran alam, tidak begitu banyak hiasan namun penuh makna.

Ada pula penjor dengan hiasan wah, menurut si empunya biayanya sampai 1jutaan lebih, namun tidak berisi gantungan gantungan hasil alam seperti penjor sederhana yang ngabisin dana 5K untuk membeli kain putih kuning sebagai simbul timur dan barat yang saya artikan semoga rejeki alam melimpah tidak henti hentinya seperti matahari yang terbit dari timur dan terbenam di barat.

Penjor mu yang mana? Hehe

Dapat gambar penjor dari group WA BaliBlogger, sederhana tapi penuh makna :)

Baca Selengkapnya...

Galungan Tanpa Anjing ~ #SaveKulukBali

Hari ini mulai sembahyang jam 12.30am,  maklum banyak pura yang mesti kami datangi untuk sembahyang. Sembhyang subuh subuh iti merupakan budaya  setiap hari raya Galungan di desa kami.

Namun ada yang tak biasa dengan Galungan kali ini,  lebih sepi, sunyi senyap dari Galungan sebelumnya.

Saya biasanya terbangunkan oleh gonggongan anjing di sebelah rumah, artinya sudah ada yang mulai sembahyang berkeliling di pura pura dekat rumah masing masing.

Kini anjing anjing itu sudah habis tereliminasi, pura jadi sepi yang biasanya ada saja anjing penjaganya, karena tak ada anjing lagi,  mungkin pencuri pratima akan semakin mudah menjalankan aksinya.

Anjing Bali kini kian habis, katanya populasinya bertambah, takutnya kalau tidak di eleminasi akan ada terjangkit rabies...jadi belum rabies sudah di eleminasi.
Buat apa men diciptakan vaksin rabies kalau toh anjingnya di bunuh?

Saya berpikir sambil menunggu ibu menyiapkan alat persembahyangan di Pura Puseh, dimana Dewa Wisnu berstana, Dewa pemelihara semua mahluk,  mungkin Tuhan memberikan cobaan bagi orang orang di Bali dengan lewat virus rabies, akan kah ada yang mau memelihara  dan  menyelamatkan anjing Bali? Akankah ada manusia yang akan lebih mengutamakan memelihara anjing "kacang" asli Bali ketimang membanggakan anjing ras impor itu, karena kini anjing kacang itu cuma jadi anjing kelas rendahan. Saking rendahnya mereka terlantar tak ada yang mau memberikan vaksin, jangankan vaksin mengadopsi saja mereka tak mau, alasannya dirumahnya sudah ada banyak anjing, iya jelas anjing ras impor. Coba saja ada anjing ras impor yang terlantar kemudian  tersebar infonya via media sosial, wuiih bukan main yang mau mengadopsi meskipun dari photonya dirumahnya sudah banyak punya anjing ras impor.

Tuhan mau menguji kita, bagaimana cara kita menanggulangi penyakit ini, bagaimana kita sebagai orang Bali berperilaku adil terhadap mahluk ciptaanya, bukan hanya memaksin anjing ras impor namun semestinya menjaga kesehatan dan  kelestarian mahluk yang berjulukan "kuluk kacang" ini.

Tuhan pun dengan senang hati membantu manusia yang masih mau memelihara mahluk setia ini, iya lewat vaksin rabies, tentu tanpa doa restuNya tak mungkin vaksin ini bisa tercipta, vaksin yang konon dilangka-langkakan oleh oknum yang tak suka akan anjing, dan parahnya ada oknum jahanam yang lebih memilih menggelontorkan dana besar hanya untuk membunuh hewan ini. Bukan untuk di vaksin dan disterilkan untuk mejaga pertumbuhan populasi liarnya melainkan di bunuh.

Entahlah nanti bagaimana nasib anjing asli Bali, apakah si kuluk kintamani harus kehilang saudara nya yaitu si kuluk kacang, atau mungkin akan tergantikan oleh anjing anjing ras luar negeri, sehingga jika dibutuhkah untuk upakara banten, anjing belang bungkem asli Bali mungkin akan digantikan anjing ras impor dari luar negeri.

#SaveKulukBali
#saveKulukKacang

Baca Selengkapnya...

14 Juli, 2015

Sama sama mudik tapi beda perlakuan~


Minggu ini merupakan minggu spesial karena akan ada 2 perayaan hari raya besar dua kepercayaan atau Agama yang berbeda, Hari Raya Galungan untuk yang beragama Hindu dan Hari Raya Idul Fitri untuk yang beragama Muslim.
Siapa yang tak ingin merayakan hari raya bersama keluarga apalagi yang diperantuan sana, termasuk yang sudah menjadi alm pun ingin kembali kebumi melihat keluarganya senang gembira menyambut hari raya, iya timbulah budaya mudik, budaya yang mungkin hanya ada di Indonesia.
Disinilah akan terjadi sebuah kejadian yang unik, kota kota yang biasanya sesak akan yang namanya manusia tiba tiba menjadi sepi, bahkan kadang kota yang aman damai tiba tiba banyak terjadi pencurian, begal dan perampokan. Kata polisi sebelah rumah, kalau menjelang akan mudik, kasus kejahatan sekelas rampok, begal dan perampok akan meningkat oleh karena itu hati hatilah dengan barang berharga dan jangan terlalu pamer, tambah pak polisi yang ingin menikah lagi tapi tak dapt izin dari istrinya.
iya ya pak, di desa saya sampai ronda bahkan saya harus bangun pagi pagi untuk nganter istri saya ke pasar, akibat sering terjadi begal belakangan ini, kemarin kalung mas istri saya di tarik, syukur istri saya mantan atlet judo, dibantinglah itu begal sampai kejang kejang, begalnya kurus wong saya dibanting saja bisa sampai pinsan makanya saya takut ama istri saya, tambah pak Made sebelah rumah
Lah piye to mas Made pelakunya diserahin ke polisi? Tanya Mbak Yanti, pedagang janur dari Selatpasih
Boro boro polisi datang, kerjanya cuma jagain pos mudik, kalau kepasar palingan beli kopi, itu begal di kroyook ramai ramai ama ibu ibu pedagang langganan istri saya, katanya begal itu cari modal buat rayain hari rayanya, dikampung. Padahal bulan baik untuk beribadah eh malah lakuin hal yang tidak tidak.Sahut Pak Made
*tibatiba polisi sebelah rumah pergi tanpa sepatah kata pun
Kemana pak polisi kok pergi? Kopinya belum dibayar, teriak Buk Nyoman penjual kopi sebelah rumah.
Eh iya lupa, habisnya pos mudiknya kosong buk, *sambilngasiuang5ribuan
Makasi pak, kok pos mudiknya dijagain? Emang yang lewat pos mudik pejahat ya pak? Tanya buk Nyoman
Yaa elah itu lo buk Man saya yang mudik ke Selatpasih, nanti seminggu lagi balik ngajak kerabat lagi lebih banyak ke Bali, wong di Bali orangnya ramah ramah, suka jual tanah lagi, kami jual pisang untuk beli tanah di Bali,  orang Bali jual tanah beli pisang , kami mudik pun enak di kasi bus gratis  oleh pemerintah hampir di seluruh kabupaten di Bali kasi kami Bus Gratis buk Nyoman, kurang enak apalagi di Bali.  Sahut mbak Ima adik mbak Yanti sambil rapiin pisang dagangannya.
Pak Polisi yang mau pergi tiba tiba nimbrung lagi, mungkin karena lihat kemolekan mbak Ima yang jualan pisang pakai pakaian ketat atas bawah, namun tetap soleha karena memakai penutup kepala.
Iyaa ibu Ima dan ibu Yanti enak mudik gratis, soudara saya juga mudik Galungan ini dari Bali ke Nusa Penida, mana ada tuh pemerintah yang ngasi kapal laut gratis, ya boat gratislah kayak pemerintah berikan ke ibu Ima dan Yanti. Makanya saya heran dengan pemerintah jaman sekarang yang mayoritas saja di layani kami yang minoritas seakan akan tak ada gunanya, bukannya saya iri tapi adil dong melayani masyarakat, jangan cari pencitraan biar kesannya dia bupati yang bertoleransi dengan agama lain. Itu juga sodari kami pas hari raya Nyepi banyak yang mudik juga dari Selatpasih mana ada pemerintah ngasi transportasi gratis. oya  nanti pas mudik gak usah kembali lagi kesini, Bali sudah sesak, coba nanti pas semua mudik, Bali lebih lenggang dan tak macet. Sahut bung Nyoman sambil agak kesal
Iya buk Man saya ngerti, wong saya cuma rakyat kecil coba saya jadi Bupati wanita di Selatpasih, saya akan kasi bus gratis bagi sodara sodara di Bali yang mau mudik ke Bali, biar gak kalah sama bupati wanita di Bali, bahkan kalau mau saya akan kasi kapal Ferry gratis untuk nyebrang ke Nusa Penida, tapi suruh bupati ibu Man di Klungkung biar dermaga barunya cepat selesai. Sahut mbak Yanti
Jambret jambrett jambreeeetttttt...... tiba tiba terdengar terikan dari sebelah rumah.
Istri pak Made lari membawa spatula kearah sebelah rumah, Pak Made juga ikut, pak polisi juga Mbak Ima juga ikut...ngejar sang penjambret
Hanya buk Nyoman dan mbak Yanti menjaga dagangnnya.
Pak Polisi berlari tak konsentrasi karena dia berlari dibelakang mbak Ima yang bercelana ketat dengan siluet daleman kelihatan tak sadar Mbak Ima ke tabrak, ambrukblah mereka berdua sembari berpelukan dengan di iringi backsound lagu india *bayangkansendiri
Tinggal Pak Made dan Istrinya yang bertahan mengejar Jambret itu, sampailah di ujung gang sebelah rumah akhirnya jambret itu ketangkap namun sebelumnya dibanting 3 x oleh istri Pak Made.
Digiringlah si penjambret ke sebelah rumah, pak polisi dan mbak Ima yang sudah bangkit dari tabrakan ikut bersama Pak Made dan istrinya menggiring si penjambret.
Betapa terkejutnya Mbak Yanti melihat pelaku penjambretan.
Sambil melompati dagangnnya, namun sebelumnya rok nya agak dinaikan, mungkin biar mudah melompat.
Mas Pulgoso, kenapa kamu mas? Kok babak belur gini? Tanya Mbak Yanti.
Apaa kamu kenal dia? Kampret orang ini mencuri baju londreanku, teriak istri Pak Made
Pak Polisi biar terlihat gagah dia menarik si penjambret yang bernama Pulgoso dari pelukan Mbak Yanti kemudian memborgolnya. Kebetulan dia bawa borgol biasanya sih bawa surat tilang saja
Sambil terbata bata mbak Yanti menjawab, dia suami saya, kami berpisah sudah lama karena dia bilang kerja di Bali jadi kuli bangunan sambil menjaga rumah ibadah, nyatanya mas jadi penjahat, mas bukan hanya membegal hati aku namun tega mebegal pakaian loundry istri Pak Made, yang nota bene suaminya sering ngasi aku dan Ima uang jajan karena aku jualan jajan selain jualan pisang.tega kamu mas...kita cerai... teriak mbak Yanti sambil berlari ke dagangannya kemudian lari ke Bus Mudik gratis sambil membawa seplastik uang hasil dagangannya.
Pak Made pun tiba tiba hilang, karena kebaikannya ngasi uang jajan ke mbak Ima dan mbak Yanti di ketahui Istri Pak Made, istri Pak Made pun marah besar dan mengobrak abrik dagangan mbak Yanti.
Pak polisi cuma diam sambil berbisik kepada mbak Ima, kamu mau jadi istri mudaku? Nanti aku bantu kamu agar selamat dari istri Pak Made itu,
Mbak Yanti pun setuju, dan akhirnya mereka berciuman di sebelah rumahku
Lah penjahatnya gimana? ... penjahatnya, aku intrograsi dia nyuri pakain loundry karena baunya harum seperti baru, dan ingin memberikan hadiah ke istrinya yang dikampung dan sudah lama dia tinggalkan, mumpung ada bus mudik gratis si Pulgoso memutuskan untuk mudik, namun malang perbuat jahatnya harus dibayar dengan merayakan hari raya di rumah pesakitan.
Namun sebelumnya si Pulgoso bilang, jaen idup di bali yen suud ngadol tanah..maling aluh, mudik pun gratis...kasian yang dari Bali mau mudik ke Nusa Penida atau dari Selatpasih mau ke Bali .boro boro ada yang ngasi bus atau kapal gratis, libur pun tep kerja jagain hotel, hotel yang dibangung diatas tanah miliknya yang sudah dijual ke investor hahaa.....
Dari cerita diatas...pertanyaannya adalah? Siapa Aku dan dimana aku tinggal, siapa kah nama istri Pak Made? Kalau ada yang bisa jawab...hadiahnya adalah bisa les matematika setahun tanpa gratis!...

Selamat merayakan hari raya Galungan, Idul Fitri dan Kuningan, rayakan dengan hikmat dan bijaksana...hati hati di jalan bagi yang mudik syukuri yang dapat bus gratis, jangan sedih pula yang mudiknya tak gratis atapun tak di perhatikan oleh pemerintah, karena sesungguhnya Tuhan senantiasa melindungi perjalanmu  menuju rumah dan keluargamu, oya kalau bekerja di tanah orang alias kamu sebagai pendatang hormatilah tuan rumah, jangan berbuat kejahatan disana setidaknya kamu jagalah lingkunngan tempatmu mengais rejeki.
Rahayu rahayu rahayu....



Maaf apabila ada kesamaan nama, lokasi serta profesi karena tulisan ini dibuat dalam keadaan sangat kenyang, mata ngantuk dan tangan masih berbau bumbu masakan. Hal ini benar benar tidak disengaja, demi Tuhan...*hentakkankakikanantigakali
Baca Selengkapnya...

22 Juni, 2015

Mifi Andromax 4G LTE dari Smartfren

Sebagai seorang  pemuda yang berkecimpung di dunia pendidikan, saya selalu membuat inovasi dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas agar tidak membosankan bagi siswa, karena modal ganteng dan pitar tak cukup bagi seorang  pengajar Matematika. Haha..



Salah satu sejanta saya dalam menyusun invoasi pembelajaran adalah referensi dari dunia maya alias dunia yang bisa diakses dengan jaringan internet, apa itu internet? Tanya saja dengan om Google.
Nah, selama ini saya mengakses dunia maya menggunakan paket data yang ada di gadget dan tentunya berburu Wifi gratisan, maklum gaji pengajar di Indonesia masih belum begitu tinggi, eh kok malah curhat hehe

Pucuk dicinta ulam pun tiba, kini Smarfren mengecrotkan alias mengeluarkan a.k.a launching produk  mobile Wifi  atau Mifi  AndromaxM2P dan AndromaM2Y dengan standard komunikasi nirkabel 4G LTE.  Ya kalau manusia sekelas saya juga tidak pernah peduli standard komunikasi nirkabelnya entah itu 4G, 8G, 11G, intinya yang penting cepat, cepat, cepat dan murah kalau bisa gratisan haha…
Bersama kawan kawan  Bali Blogger, kami diberikan kesempatan mencoba kecepatan dari Mifi Andromax  yang bisa di gunakan untuk 32 perangkat sekaligus ini, bahasa gaulnya speedtes, dan hasilnya masuk kategori memuaskan. Kedua Mifi Andromax  dibandrol dengan harga Rp. 399.000. Dengan harga segitu murah, pelanggan bakal dapat paket bonus data sebesar 4,5 GB dan tambahan 19 GB data per bulan dengan minimum pengisian pulsa 100K. Meskipun harganya sama  Andromax M2Y dan Andromax M2P memiliki perbedaan yang terletak di bagian baterai. AndromaxM2Y memiliki baterai yang lebih besar, yakni 2.000 mAh. Sementara itu, AndromaxM2P memiliki baterai 1.500 mAh. Perbedaan lainya AndromaxM2Y dilengkapi dengan kemampuan untuk bekerja sebagai wireless storage yang nantinya, empunya produk bisa menyimpan data di perangkat tersebut. Untuk menunjang kemampuan tersebut, AndromaxM2Y dilengkapi dengan lubang memory yang bisa dimasukin dengan microSD hingga 32 GB. Sedangkan M2P tidak dilengkapi dengan pitur ini.
Kedepannya Smarfren akan mendukung kemajuan pedidikan di Indonesia dengan cara akan dibuat program paket data khusus untuk sekolah sekolah, saya sih berdoa agar bisa terwujud programnya kalau bisa guru dan siswa dapat akses internet murah dan cepat, stabil dan kalau bisa gratis hahaha…
#BaliBlogger #Bali4Gready #Go4Gready 




.


Baca Selengkapnya...

29 Mei, 2015

Kini Aku Punya Anu...

aku   kini ada barcodenya
scan scan yaaa guys...
Baca Selengkapnya...

16 April, 2015

Jaga Desa dengan Adat yang Ketat

Besan, 13 April 2015

Bali sebuah pulau yang memiliki luas cuma 0,29% dari luas NKRI atau kurang lebih 5.636,66 km2. Pulau kecil dengan adat dan budaya yang sudah terkenal ke pelosok negeri namun kini makin rapuh.
Rapuh karena masyarakat yang seharusnya melestarikan adat dan budaya itu kini lebih berorientasi kepada material.
Rela melonggarkan adat, demi beberapa lembar kertas yang disebut uang.
Entahlah kenapa mereka yang seperti itu tidak memikirkan nasib anak cucu mereka kelak.
Aku seorang yang berkecimpung di dunia pendidikan, sering aku dokrin anak didikku untuk tidak mengizinkan orang tua nya  menjual tanah warisan, atau menjual tanah ke “pendatang” yang tidak akan mau  mengikuti adat istiadat dan budaya di daerah itu, misalnya budaya “ngayah” atau gotong royong ketika mau upacara adat.
Banyangkan ketika sebuah wilayah, tanah yang dulunya mayoritas dimiliki oleh masyarakat lokal yang terikat adat dan budaya kemudian dengan mudah tanah itu berpindah tangan ke “pendatangan” lewat transaksi jual beli.
Transaksi jual beli ini sangat gampang terjadi, selain faktor ekonomi  penyebabnya adalah karena longgarnya adat di wilayah itu, sebut saja wilayah itu adalah sebuah desa. Desa di Bali ada dua jenis, yaitu Desa Adat dan Desa Dinas. Desa Adat mengatur adat istiadat di desa itu, dan Desa Dinas mengatur kelengkapan administrasi kependudukan desa itu.
Adat identik dengan aturan yang membudaya, lewat adat inilah semestinya bisa menjaga kelestarian warga di desa tersebut.
Saya memang tak seperti host jejak petualang ataupun pejabat daerah yang apal akan aturan adat di setiap desa. Namun disetiap perjalanan mengunjungi desa desa, saya pasti sempatkan mengobrol dengan pemuda setempat atau bahkan kalau beruntung bisa ngobrol dengan pemuka adat. Memang banyak sekali aturan di setiap desa, tentu tujuannya untuk menjaga ketertiban warga di desa tersebut, selain itu juga sebagai penjaga eksistinsi desa itu, semakin ketat dan kuat sebuah adat maka desa itu akan tertib dan tentunya kehidupannya lebih teratur.
Missalnya di Desa Sukasada Buleleng terdapat Desa Adat Bakung, yang kekiniannya disebut Desa Pakraman Bakung. Desa ini terkenal dengan pengerajin batu akiknya, saya sih bukan penggemar namun suka menyimak para tua tua yang sedang ngobrol seru tentang cincin batu akik sejumlah jari mereka.
Di sela sela obrolan mereka, saya menyelipi beberapa pertanyaan seputar adat yang ada di desa Adat Bakung. Kenapa saya mutar haluan dari batu akik ke adat? Iya karena ngobrolin batu akik terlalu mainstreams haha
Pertanyaan pertama yang saya lontarkan adalah tentang luas wilayah, namun serunya para bapak dan anak muda (truna Desa) memaparkan bukan sekedar luas panjang kali lebar, bahkan sampai diagonal, sudut elevasi dan tetek bengeknya pun mereka ceritakan.
Sampai saya tahu, penduduk di desa ini semuanya menjaga adat dengan sangat ketat dan kuat mengikat warga serta wilayah (tanah) desanya. Ini terbuktikan dari beberapa aturan yang yang mereka paparkan. Diantaranya DILARANG menjual tanah kepada orang luar desa atau “pendatang” terkecuali mereka yang mau membeli tanah di desa itu harus dan wajib “medesa adat” atau menjadi warga adat disana, dengan menjadi warga adat disana tentu wajib “ngayah” di Pura yang di empon desa tersebut.
Wuihh ini adat yang sangat mengikat namun sangat bagus untuk menjaga kelestarian budaya yang ada di desa tersebut.
Beda lagi dengan sebuah desa di kawasan  Badung (kalau tidak salah Darmasaba) saya dengar dengar dari percakapan bapak bapak di sana ketika melihat lihat proses membuat genting.
Di sana sedang di gojlok awig awig (undang undang desa) untuk aturan menjual tanah ke pendatang dan ke warga local, serta pedagang yang statusnya pendatang juga di kenai iyuran ini fungsinya untuk menjaga eksistensi pedagang lokal disana dan urusan yang jual beli tanah akan dikenakan biaya administrasi yang sangat besar (katanya sampai ratusan juta) tujuannya untuk  mempersulit pembeli luar, sehingga tanah di wilayah itu bisa jadi milik pembeli local, jadi kembali menjaga eksistensi wilayah desa, oke semoga segera di setujui oleh semua warga ya disana ya. Amin
Tak kalah keren nya sebuah desa di bali timur, Tenganan desa yang terkenal di seantero jagat, desa yang adatnya sangat awesome, tak ada aturan menjual tanah karena memang tanah disana tidak akan dijual, karena mereka mengelola tanah mereka bersama sama, hidup bersinergi dengan alam dan budaya serta di ikat dengan adat yang sangat kuat.
Mungkin dari tiga desa itu, aka nada desa desa lain yang adatnya melarang menjual tanah ke pendatang, yang karena sangat disayangkan ketika penduduk lokalnya malah ngontrak di desanya sendiri dan tak ada lagi yang ngayahang pura kerena yang tinggal disana bukan lagi orang yang beribadah ke Pura hehhee

  NB: tulisan ini belum sempurna dan akan disempurnakan di perjalanan selanjutnya, serta inti pesannya adalah jagalah Tanah Airmu agar tak menjadi : tanah tak punya ,  air pun beli. jangan terlalu ramah terhadap pendatang yang tidak mau mengikuti adat dan budayamu, cam kan itu guys!

Baca Selengkapnya...

28 Maret, 2015

Aku yang Sedang (selalu) Ingin Belajar

Ini pagi yang kesekian aku berangkat cukup pagi kesekolah, pertama karena para anak orang lain itu (baca : siswa)  sedang US alias ujian sekolah, kedua iya saya ketua panitia US itu, jadi wajib hukumnya hadir pertama (meskipun gerbang sekolah masih tutup), ketiga ayam ayam saya sudah bangun (hubungannya apa coba?) , terakhir karena ingin mencoba mempraktekkan teori video maker yang aku dapat di kelas dadakan, kilat dan bermanfaat dari sloka.or.id bersama salah seorang video maker  yang sedang menggarap Ekspedisi Indonesia Biru yaitu Dandhy Dwi Laksono (suksma mas)

Sampai di Sekolah , syukurnya mentari masih malu malu, jadi cukuplah saya punya waktu mempersiapkan amunisi saya untuk mengabadikan moment ini, ini pertama kalinya saya belajar membuat timelapse, sebuah video yang dulu (sampai sekarang) saya kagumi , bagaimana tidak kagum, sebuah proses mekarnya bunga bisa kita saksikan hanya dalam beberapa detik. Bayangkan kalau tidak ada teknologi ini, mungkin untuk tugas pelajaran Biologi saat mengamati arah kecambah tumbuh, bisa bisa aku yang tumbuh akar duluan hahaha..

Oke, my First make a time lapse yaitu proses sinar mentari menyalip gunung, itu yang paling mudah aku temukan disetiap perjalanan menuju ke sekolah, hasilnya lumayan, lumayan lah bagi pemula hahaha


Aku yang sedang selalu ingin Belajar: tak ada tripod keleng bekas cat pun jadi

Baca Selengkapnya...

23 Maret, 2015

Tradisi “Kuno” untuk Alam yang Lebih Baik

Sekali setiap  420hari Aku melaksanakan sebuah tradisi yang sudah ada sebelum Negara Indonesia tercipta, sebuah tradisi yang sudah ada sebelum zaman kerajaan  di Bali ada (didapat dari berbagai sumber) dan kini sudah diakui serta dihormati oleh Dunia, yaitu Nyepi, Tradisi untuk menyambut  Tahun Baru Caka yang silih berganti dan memberikan kesempatan alam untuk bernafas bebas dari aktivitas manusia.

Sejarah bagaimana terciptanya tradisi Nyepi mungkin sudah bisa di searching di Google, dan bagi yang tertarik bisa dilengkapi dengan mencari cari “babad-babad” atau lontar-lontar di museum.
Ini adalah kesian kalinya aku melaksanakan Tradisi ini, dan kesekian kalinya juga tradisiku dihina oleh mereka yang bukan orang Bali. Aku tidak marah dengan mereka, karena Agama ku mengajarkan cara marah yang berkwalitas, yaitu kasih sayang dan introfeksi diri.

Ketika ada yang menghina Aku, Aku berusaha tersenyum, iya cukup dulu dengan senyum karena langkah selanjutnya akan lebih sulit, yuitu bercermin. Bercermin adalah proses introfeksi diri yang sulit, lebih lebih ketika bercermin saat emosi negative sedang bergulat  dikepala, dan tidak singkron dengan hati, dimanakah salahku?, dimanakah hinaku? Apa yang harus aku lakukan untuk merubah hinaan itu menjadi  sebuah kebanggaan bagiku dan bagi mereka?
Susah untuk mejawab beberapa pertanyaan sederhana tadi,,,iya susah karena semua itu tertutupi oleh cover “aku selalu benar dan terbaik”

Banyak yang marah di media sosial ketika tradisinya dihina, dimaki dan dilecehkan, seperti curhatku tahun lalu yang masih terkaitdengan tradisiku ini. Aku heran dengan mereka, mereka marah ketika dihina orang lain yang beda kepercayaan dengannya. Namu mereka yang marah tidak bisa menghargai tradisinya sendiri, banyak yang bersepeda keluar rumah, ada yang bermain bola dijalan, ada yang photo photo tiduran dijalan, dan aja juga yang berjudi ketika tradisi ini berlangsung.
Dan mereka yang tidak mau menghargai tradisinya sendiri marah kepada orang yang menghina tradisi mereka, lucu kan? Itulah kenapa Aku bilang tahapan setelah tersenyum itu susah.

Ini sedikit gambaran sebuah kasus, kenapa mereka berani menghina dan tidak menghormati tradisiku. Di sebuah desa tetangga, kebetulan di desa itu ada beberapa keyakinan, aku sebut keyakinan karena kalau aku sebut Agama, aku yakin Agama mereka tidak mengajarkan untuk tidak menghormati orang tradisi orang lain. Mereka menghidupkan bunyi-bunyian keras, alasan mereka adalah beribadah. Aku yakin yang  mereka percayai  tidak tuli, apalagi ketika Nyepi suara sekecil apapun pasti didengar oleh yang punya telinga. Akhirnya “pecalang” menegur mereka, tahu apa jawaban mereka? Mereka memperlihatkan beberapa photo yang menunjukkan kalau ada orang Bali yang bersepeda, main bola, dan tiduran dijalan, terus kenapa kami tidak boleh menghidupkan soundspeaker dengan volume keras? Kalau kalian ada di posisi pecalang apa yang kalian jawab??
Tahu kan kenapa mereka berani menghina dan tidak menghormati tradisi kita? Iya itulah manfaatnya belajar tersenyum dan bercermin sebelum marah dengan yang menghina kita.

Sambil merenung, marilah kita perbaiki diri kita untuk dapat menghargai tradisi kuno kita ini, menurutku tradisi Nyepi ini bukan sekedar bagaimana menjalankan Brata Penyepian, tapi bagaimana kita memperlakukan alam semesta ini, karena aku yakin ketika  Nyepi , alam kita diberikan kesempatan untuk bebas dari aktivitas manusia, disanalah akan tercipta keseimbangan alam.
Manusia diberikan kesempatan untuk melaksanakan untuk menyeimbangkan diri juga lewat catur brata penyepian,  amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api) api yang maksud bukan hanya sekedar api yang nyata, melainkan api yang tidak nyata, api yang ada didalam diri, yang sering disebut amarah,  belajar juga untuk menghargai gelap dan mesyukuri cahaya alam yang bisa kita nikmati dengan gratis, amati karya (tidak bekerja) tidak bekerja ya libur, untuk apa libur? Ya untuk beristirahat agar di tahun baru tubuh kita segar kembali, untuk  berkumpul dengan keluarga, , amati lelungan (tidak bepergian) tidak pergi berarti kita dirumah atau ditempat suci, lebih bisa mengenal tempat kita sendiri, apa yang perlu kita tambahkan atau kurangi atau apa yang bisa syukuri dari apa yang kita sudah punya dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan, buka internet, ataupun upload photo photo) bosan? Iya pasti kalau anda tidak bisa mensyukuri suara alam, desiran angin bahkan suara hujan, dan suara burung juga.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Semua itu menjadi keharusan bagi Aku dan para Aku yang  lainnya agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.
Dan Aku ucapkan banyak terimaksih bagi yang sudah melaksanakan Tapa Brata Penyepian dengan hikmat, semoga amal baikmu ditahun baru ini kalian menjadi lebih baik, serta bagi yang menghina, terimakasih juga itu akan menjadi sebuah cermin bagi aku yang tersakiti, dan kami yang sedang melakukan proses perbaikan diri dan mohon hormati tradisi kami, kalau memang tidak mau mengikuti tradisi BALI,  silakan tinggalkan BALI dengan damai.

“bahwa Bali ini memang memiliki perbedaan dan barang siapa yang hendak hidup di Bali, harus menyadari; bahwa di masa ini, salah satu asset ekonomi Bali, yang menghidupi kebanyakan bukan orang Bali adalah dari tradisi, agama, budaya dan seni. Bukan dari pemandangan!. Nyepi adalah ritus untuk Bumi dan semesta, ini sifatnya tidaklah untuk meagamakan, namun ini spiritnya kepada siapapun juga yang tinggal di bali adalah untuk mengajak dan menyadari; bahwa ada panca mahabhuta; lima energi besar, yang menjadi kekuatan kehidupan itu perlu diberikan ruang untuk mengobati dirinya. Nyepi adalah proses penyembuhan, air, udara, tanah, suara, dst; seluruh elemen lingkungan hidup ini dalam era masa ini apalagi; polusi, polutan; dst. itu perlu direhat sejenak; secara modern; nyepi adalah terapi terbaik bagi alam semesta ini. Karena setiap orang; mau agama apapun; dia perlu udara, dia perlu air, dia perlu keheningan; bukan kebisingan, dia perlu merasakan belajar dalam kegelapan, untuk menghargai energi cahaya; dst. Karena itu, Nyepi menjadi inspirasi kepada seluruh dunia mengenai hemat energi dan penyelamatan lingkungan. Ini jawaban saya untuk siapa saja yang menyoal nyepi dan merasa tak nyaman saat berada di Bali. Dan ingatlah, Bali dan peradabannya, jauh ada sebelum Indonesia ini ada, dan kami semua membagi keselamatan dengan perilaku nyata. walau tak sempurna, namun kami yakin, udara, air, telinga anda, dan banyak lagi yang lain, disegarkan dan menjadi bagian dari tubuh anda dalam menyehatkan diri anda secara lahir dan batin, sehingga anda bisa melakukan keyakinan anda masing-masing dengan lebih teguh dan kokoh. Inilah duka cita saya, saat membaca hinaan, caci maki serta protes mengenai nyepi di medsos, yang saya baca dengan kepedihan sekaligus merasa seharusnya; kita semua dapat saling menjelaskan apa tujuan dan hakekat dari nyepi. Salam damai. (cok sawitri, Singarsa, 2015, 22 maret)”

Semoga tulisan ini bermanfaat, bagi kita semua di tahun baru Caka  ini,
Maaf untuk kata kata yang tidak berkenan, tolong disenyumi saja –
Baca Selengkapnya...