20 Februari, 2014

Doa dan Terimakasih Untuk Yang Tercinta Alam Semesta



Selamat Pagi Semesta yang Indah
Seperti biasa  pagi ini aku bangun lebih pagi, tepatnya aku bangun dari tidur yang belum aku sempat nikmati, iya hari ini hari kedua Mek Luh ku terbaring dirumah sakit. Sedih? Jangan Tanya lagi pasti sedih, beliau adalah adik kandung ibu ku, yang selalu merawatku ketika aku masih kecil disaat ibu ku mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan bangsa.
Mek Luh adalah ibu kedua bagiku, selalu ada buatku ketika ibu kandungku lelah mengurusku.
Tersadar ketika duduk disampingnya, tetes infus dan darah bercampur jadi satu. Sedikit menyesal ketika disaat Mek Luh butuh darah dan aku tidak bisa menyumbangkan darahku sendiri, bukan karena aku pelit tapi kebetulan baru 2 hari sebelum Mek Luh masuk Rumah Sakit aku sudah donor darah bersama rekan rekan Bali Blogger.
Tapi terimakasih untuk rekan rekan yang sudah mau berbagi darah untuk Mek Luh ku, terimakasih juga untuk orang tercinta yang selalu mendoakan dan menemani ku lewat sms dan BBM sekedar  mengucap kata rindu agar aku semangat menjaga Mek Luh ku sampai pagi, kemudian pulang dari rumah sakit aku harus mengurus anak didikku disekolah yang sedang pemantapan UN, kemudian kerumah karena ada odalan, belum lagi mengurus anak anak sekolah lain yang sedang menjelang ujian Praktek, begitulah siklus aktivitas yang menyita waktu ku untuk bertemu Kasur.
Sungguh semesta ini membuatku begitu sibuk sampai tak sempat mengucap terimakasih kepada orang orang tercinta dan alam ini.
Hari ini mentari begitu indah bersinar, aku memacu roda dua ku searah perjalanan sang mentari, dari kedua kaca spion ku terpantul cahaya mentari yang baru bersinar, sangat indah sampai aku lupa aku hampir telat sampai disekolah.
Seketika itu, berucap terimakasih karena disela kesibukanku aku diberikan semangat oleh alam untuk selalu tersenyum melewati hari hari kedepan disela banyak kesibukan, berterimakasih karena dikirimkan orang orang yang hebat disekitarku,
Wajahku mulai pucat, karena sudah hampir 4 hari tidak akur dengan yang namanya Kasur.
Sebelum aku yang terbaring, aku berdoa untuk semua orang disekitarku, agar mereka selalu disehatkan dan diberikan kemudahan dalam hidup olehNya.

saat tulisan ini di upload, keadaan Mek Luh sudah semakin membaik, pendarahan yang dia alami sudah berhenti, tinggal injeksi darah untuk menaikkan HB darahnya.
Om menemani Mek Luh


Baca Selengkapnya...

07 Februari, 2014

Rindu

Hai aku rindu kamu
Kamu yg selalu aku sapa setiap pagi
Dan aku tinggal tidur karena lelah ku
Iya kamu yang aku rindu
Sudah kah engkau bangun pagi ini?

Atau kamu baru mau berangkat tidur?
Tak apa aku bisa mengerti karena pekerjaan mu memang selalu menuntutmu untuk tidur tengah malam diluar kebiasaan manusia normal

Iya kamu yg membuatku selalu merindu, entah apa penyebabnya.

Apa kamu tahu kenapa aku bisa merindu?
Apa karena aku nyaman bersama mu?
Atau kamu yg nyaman bersamaku?
Apa kamu pernah rindu aku?
Atau hanya aku yg rindu kamu?
Sampai terlontar kata "aku lupa apa itu rindu, karena sekian lama aku tidak menjamah kata itu"

Baca Selengkapnya...